penataan interior yang selaras

Posted by ermi hermansyah 14.32, under | No comments

Melalui perencanaan desain interior yang matang, hunian pun menjadi lebih bermanfaat dan terasa luas.

Ramah dan bersahabat. Itulah kesan pertama yang tertangkap dari suasana interior hunian berlantai dua ini. Putih yang merupakan warna kesukaan pemilik rumah, tampak mendominasi di hampir setiap sudut interior. Untuk menghindari kesan “hambar” pada ruangan, sang arsitek mengkolaborasikan unsur kayu dan batu-batuan pada interior. Hasilnya, ruangan tak hanya terasa lebih dinamis tapi juga memancarkan kesan hangat.

Ketika memasuki hunian, ruang penerima diwakilkan oleh foyer. Selain sebagai ruang peralihan dari luar ke dalam, area foyer juga memiliki fungsi sebagai ruang penerima tamu. Layout ruang keluarga yang berhubungan langsung dengan ruang makan, membuat zona ini menjadi area yang kerap digunakan untuk menjamu para sahabat dan keluarga. Makanya ruang keluarga didesain sebagai ruang terbuka yang paling luas di dalam hunian ini. Untuk mendapatkan perputaran udara yang bersih sekaligus menyegarkan, maka dibuat bukaan di sepanjang sisi dinding ruang makan yang menghadap ke halaman belakang dengan menggunakan pintu folding kaca dengan kusen dari kayu. Awalnya pintu ini dipisah menjadi empat bagian. Namun karena ingin memperoleh bukaan yang maksimal, maka kontraktor mengubahnya menjadi dua bagian dengan sebuah struktur di tengahnya.

Layout existing dan struktur rumah ini pun telah mengalami beberapa perubahan yang signifikan guna mendapatkan tata letak dan besaran ruang yang fungsional. Pada lantai dasar, dinding yang membatasi ruang makan dengan dapur dihilangkan agar pergerakan dapat dirasa lebih leluasa. Perubahan juga terjadi pada penambahan dinding bata sebagai partisi untuk membatasi antara ruang penerima dengan ruang duduk keluarga. Sisi dinding yang berhadapan dengan dapur memberikan tampilan interior yang sangat menarik perhatian, karena di antara dominasi warna putih pada keseluruhan warna ruang dan furnitur, arsitek sengaja memberikan kejutan dengan desain dinding berlapis batu alam berwarna hitam serta aksen berupa rak berdimensi besar yang mencapai batas ketinggian plafon. Rak berukuran besar ini di finishing duko berwarna cokelat tua dan tampil alami dengan tekstur kayu alami yang dipertahankan.

Pada lantai dua difungsikan sebagai kamar tidur utama, kamar tidur anak, dan ruang kerja. Perubahan struktur juga terjadi pada ruang tidur utama. Kolom di tengah ruang tidur utama terpaksa dibobok karena mengganggu ruang. Lalu balkon juga dibuka dan disatukan menjadi ruang duduk di dalam ruang tidur utama. Karena masih memiliki anak berusia batita, maka dari ruang tidur utama dibuat pintu yang menyatukan akses ke ruang tidur anak.

Secara keseluruhan, interior rumah tinggal seluas 200 meter persegi ini memiliki desain interior yang simple dan minimalis. Namun berkat pengolahan tata ruang dan detail yang maksimal, rumah tinggal ini dapat menjadi hunian yang memberikan kenyamanan dan kemudahan penghuninya dalam bergerak serta beraktivitas di samping tampak indah.

0 komentar:

Posting Komentar