Membuat ventilasi alam

Posted by ermi hermansyah 23.12, under ,, | No comments


Ventilasi alami dipakai untuk memanfaatkan potensi dialam yang (Indonesia: tropis lembab) untuk membantu mencapai kenyamana termal. Ventilasi alami akan sangat bergantung pada kualitas udaralingkungan, sehingga udara lingkungan yang sejuk dan sehat menjadi modal utama keberhasilan ventilasi alami.


Untuk mendapatkan kenyamanan termal dengan pengkondisian alami dapat dilakukan dengan :
  1. Sumbu panjang bangunan (orientasi bangunan), sumbu panjang bangunan setidaknya sejajar dengan sumbu timur dan barat (bersudut 5 derajat dari sumbu timur barat). Hal ini agar bukaan yang ada menghadap utara dan selatan. Penetrasi sinar matahari langsung juga dapat diminimalkan karena sisi terpendek yang berhadapan dengan matahari timur dan barat.
  2. Tidak adanya material keras di sekeliling bangunan. Perlu diingat material di sekeliling bangunan akan menyerap panas. Halaman yang ditanami vegetasi pohon dan rumput akan memanfaatkan panas untuk proses asimulasi sehingga akan menambah sejuk udara sekeliling. Hindari pemakainan beton, aspal dan paving block di sekeliling bangunan.
  3. Bangunan sedapat mungkin ditengah lahan atau memungkinkan mendapatkan hembusan angin pada semua sisi untuk membantu menyejukkan permukaan bangunan.
  4. Usahakan ventilasi berlangsung 24 jam. Posisi jendela pada bukaan utara dan selatan. Pada malam hari perlu kasa nyamuk karena serngga menyukai cahaya terang dari dalam rumah. Hindari bangunan berdenah rumit, karena partisi pembatas akan menghambat aliran udara. Lubang bukaan diusahakan tidak hanya satu sisi teteapi 2 sisi bangunan sehingga tercipta ventilasi silang. (cross ventilation)
  5. Teritisan pada bangunan sangat diperlukan. Idealnya panjang tritisan pada keempat sisi rumah berbeda karena berhubungan dengan panjang pembayangan pada bukaan dinding (jendela) tidak sama kada keempat sisi. Selain berfungsi untuk pembayangan, tritisan juga bermanfaat untuk menghindari tampias jika musin penghujan. Tritisan digunakan untuk melindungi bukaan. Pelindung ini dapat berupa pohon, tirai untuk menghindari sinar matahari langsung.
  6. Dinding juga memerlukan perlindungan dari sinar matahari langsung. Dinding yang panas akan merambat masuk ke dalam ruangan sehingga ruangan menjadi ikut hangat. Untuk itu dapat dipakai teritisan untuk melindungi dinding. Atau dengan menggunakan selasar untuk melindungi dinding.
  7. Langit-langit juga bermanfaat untuk mencegah panas masuk melalui atap ke dalam ruangan. Radiasi dari atasp dapat dicegah dengan langit-langit. Untuk mencitakan ventilasi alami yang baik, sebuah ruangan harus mempunyai ketinggian langit-langit minimal 3 m dari lantai.
  8. Volume ruangan juga berpengaruh pada kenyamana termal. Volume yang besar dapat membantu mengatasi kesejukan. Efek volume sebenarnya menerapkan prinsip bahwa “Volume udara yang lebih besar akan menjadi panas lebih lama apabila disbanding dengan ruangan yang bervolume lebih kecil” Hal ini diterapkanpada bangunan colonial yang mempunyai ruangan yang besar, jendela yang lebar dan langit-langit yang tinggi diatas 4 m.
  9. Usahakan ada 3 lubang ventilasi yang berbatasan dengan dinding luar yaitu : Lubang atas (untuk ventilasi atas dengan udara hangat yang ringan), lubang tengan (jendela, untuk angin yang mengenai tubuh) dan lubang bawah untuk melepaskan udara lembab yang berat.
  10. Jika memungkinkan, angkatlah lantai bangunan minimal 50 cm dari tanah/ halaman untuk memudahkan udara lembab keluar dari bangunan. Perlu diingat kondisi Indonesia masuk kategori iklim tropis lemban dengan kelembaban 95-99%.
  11. Hindari pemakaian karpet dari kain maupunkarpet plastic. Babut akan menjadi sarang debu dan kutu sedangkan karpet plastic akan menjebak udara, menjadi lembab dan akan menjadi sarang jamur. Akan meimbulkan bau tidak sedap dan akan merangsang bersin bagi yang alergi.
  12. Aspek perancangan Desain Bangunan yang mempertimbangan Pengkondisian buatan.
Untuk mendapatkan rancangan desain bangunan yang menghemat energy dalam rangka mencapai pengkondisian udara buatan (AC) yang optimal :

  1. Orientasi bangunan. Panjang bangunan sejajar sumbu timur barat sehingga bukaan lebih banyak di utara dan selatan. Bukaan ini juga bermanfaat untuk pencahayaan alami. Dengan orientasi bukaan yang utar selatan, maka sisi terpendek jatuh pada sisi timur barat sehingga permukaan bangunan yang terkena radiasi matahari luasannya kecil. Panas yang diterima dinding akan diserap dan merambat ke dalam bangunan yang menjadi beban AC.
  2. Pembayangan juga diperlukan untuk menghindari luasan permukaan dinding yang terpapar sinar matahari yang panasnya akan amerambat masuk ke dalam ruangan menjadi beban AC. Pembayangan dapat dilakukan dengan Pohon, Vegetasi, Tritisan, ataupun tirai.
  3. Memakai material bahan bangunan yang dapat menahan panas masuk de dalam ruangan. Memakai bahan yang bernilai transmitan rendah (bersifat isolator) dan bernilai refleksi tinggi (warna cerah)
  4. Jangan melupakan ventilasi. Memang konsep bangunan AC adalah tertutup, tetapu udara ruangan yang berputar terus akan menjadi kotor oleh keringat, uang makanan DLL sehingga dalam sehari missal pagi hari ruangan harus dibuka untuk mengganti dengan udara yang segar. Jika tidak akan bau an apek.
  5. Bijaksana memakai AC (sesuai kebutuhan) memasang AC pada suhu rendah akan sangat memaksa ACdan konsumsi listriknya menjadi lebih besar. Suhu ruangan nyaman berkisar 25 derajat C.
  6. Volume ruangan juga berpengaruh pada kenyamana termal. Volume yang kecil akan dapat membantu AC bekerja cepat dalam mendinginkan ruangan. Untuk itu jika mendesaain bangunan yang memang didesain dengan AC tinggi langit-langit bias rendah dengan ketinggian 2,8 m.

Semoga bermanfaat......

0 komentar:

Poskan Komentar