Padatnya kota-kota besar di indonesia

Posted by ermi hermansyah 13.43, under | No comments


Semua manusia pada dasarnya inggin memiliki kehidupan yang layak, nyaman, manusiawi dan dapat memenuhi aspek keselarasan hidup dengan lingkungan, faktanya manusia dan lingkungan hidup memiliki hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi maka lingkunganpun akan mempengaruhi prilaku dan kehidupan manusia apabila manusia tersebuat tumbuh di lingkungan yang padat,semerawut, sumpek, dan mencemaskan maka indonesia pun akan melahirkan generasi buruk seperti keadaan di kota-kota besar.


Faktanya lingkungan perkotaan di kota-kota besar saat ini banyak yang tidak mendukung kehidupan publik warga kota yang terus bertambah setiap waktu. hal tersebut di antaranya disebabkan oleh tataguna lahan dan sistem tranportasi yang tidak efektif serta efisien. terlebih ketika sebuah kota cenderung memiliki ketergantungan pemakaian kendaraan pribadi. Ketika sebuah kota memiliki tingkat penggunaan mobil pribadi yang tinggi, tata kotapun akan menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Ruang-ruang terbuka publik di singkirkan untuk menyediakan lahan parkir. komunikasi dan interaksi sosial yang tadinya banyak di lakukan di luar ruang sekarangpun di adakan di dalam sebuah big-box yaitu shoping mall yang menjamur di kota-kota besar saat ini dan hannya berpihak pada pengusaha besar yang bisa menyewa retail-retail mahal di mall, lalau dampak dari kemajuan kota-kota besar di indonesia juga memdesak ruang publik dan terjadilah banyaknya polusi udara, kemacetan, kriminalitas, dan menyingkirkan jiwa kepedulian sosial serta kesatuan. 

 Dari data yang ada dari sensus, penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan telah mencapai 118 juta atau sebesar 49,8% dari seluruh penduduk Indonesia.Angka tersebut cukup fantastis, dengan membandingkan kondisi tahun 1950 yang hanya sekitar 12,4% penduduk yang tinggal di perkotaan. Jadi hanya dalam waktu 60 tahun separuh penduduk Indonesia telah bertempat tinggal di wilayah perkotaan. Dari data tersebuat pun sangat jelas arus pertumbuhan penduk di daerah perkotaan Indonesia yang juga menimbulkan penyempitan lahan untuk hunian belum di tambah masalah harga tanah yang meningkat tentu akan menambah kesemerawutan pada kota besar di Indonesia.

 Dari masalah-masalah tersebut maka dapat di garis bawahi yaitu peningkatan jumlah penduduk perkotaan di Indonesia telah meningkat setiap waktunya seiring dengan kemajuan ekonomi pada kota tersebut yang akhirnya akan menimbulkan masalah kemacetan, kurangnya ruang terbuka public karna desakan pembangunan baik hunian maupun komersil yang membuat kwalitas hidup di perkotaanpun semakin berkurang.

 Masalah yang pertama adalah bagaimana cara penanganan kemacetan tentu menambah lebar jalan seperti yang di lakukan pemerintahpun bukan solusi yang utama tetapi membenarkan sarana tranportasi public dan pembuatan ringroot jalan mungkin akan menjadi solusi yang bagus untuk menangani kemacetan kota dan perbaikan fasilitas yang menjadi sarana publikpun menjadi hal pertama yang perlu di perbaiki sehingga pengguna sarana publikpun akan nyaman dan tidak menggunakan kendaraan pribadinya.

 Solusi untuk menanggani masalah yang kedua tentang kurangnya lahan public yang di jadikan hunian dan lahan komersil adalah dengan membuat hunian atau bangunan dengan sistim vertical seperti rumah susun, apartmen, kondominium, dll. Tentu akan lebih menghemat lahan pakai yang bias di alih fungsikan menjadi ruang terbuka public.

 
 tentu untuk mewujudkan hal tersebut perlu dukungan dari pemerintah yang peduli akan kehidupan warga perkotaan, demi mengwujudkan generasi baru yang sehat, kreatif, tidak semerawut dan stressss….….

Pemikiran dari tulisan ini di peruntukan untuk INDONESIA dan

DULUX YOUNG TALENT











0 komentar:

Posting Komentar