Fungsi taman kota sebagai ruang terbuka publik

Posted by ermi hermansyah 04.05, under | 1 comment


RUANG TERBUKA PUBLIK


Fungsi taman kota sebagai ruang terbuka publik di sebuah perkotaan selain digunakan sebagai tempat masyarakat bertemu, berkumpul dan berinteraksi, baik untuk kepentingan keagamaan, perdagangan maupun membangun sebuah kepemerintahan, serta menyampaikan aspirasi warga kotanya, juga kebanggaan dan identitas yang mengandung makna bukan hanya mewakili kotanya tetapi juga bagi negaranya. Ketersediaan taman kota atau disebut juga ruang terbuka hijau (RTH) merupakan suatu keharusan.Keberadaannya kian penting dengan semakin berkembangnya permasalahan pemanasan global dan perubahan iklim yang salah satunya disumbang oleh semakin habisnya hutan dunia. Beberapa negara di Eropa bahkan telah mengembangkan konsep taman ke arah yang lebih maju, yaitu dengan meninggalkan konsep “hutan di tengah kota” dan telah beranjak menjadi konsep “kota di tengah hutan”.Kota-kota tersebut menjadikan 40 persen dari lahannya untuk ruang terbuka hijau, selain itu, daerah pinggiran kota juga disulap menjadi rimbun agar memberikan kesan nyaman dan asri ketika akan memasuki kota. Membangun kota yang memperhatikan lingkungan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan



Melihat dari standar pemenuhan kebutuhan taman yang telah ditetapkan di negara tetangga seperti Malaysia adalah 1,9 m2/orang, sementara di Jepang minimal 5 m2/orang. Untuk Indonesia, khususnya berapa luasan taman kota yang ideal tampaknya belum ada standar ketetapan secara universal. Patokan luasan taman per orang inipun nampaknya sulit dipertahankan, mengingat jumlah penduduk semakin bertambah, sementara luasan kotanya tetap. Memang luas taman ideal sulit dalam penentuannya, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti letak geografis dan topografis, tingkat kesejahteraan dan budaya masyarakatnya. Namun mengingat betapa pentingnya fungsi taman kota, maka tentunya harus selalu diupayakan.

Standar taman kota berdasarkan fungsinya :

Taman kota mempunyai berbagai fungsi (multi fungsi ) baik berkaitan dengan fungsi hidrologi, ekologi, kesehatan, estetika dan rekreasi.

1.  Fungsi Hidrologi

Taman kotaa merupakan lahan terbuka hijau yang dapat berperan dalam membantu fungsi hidrologi dalam hal penyerapan air agar pasokan air dalam tanah (water saving) semakin meningkat dan mereduksi potensi banjir dengan megurangi jumlah aliran limpasan air. Pepohonan yang ada di taman, mampu meresapkan air ke dalam tanah melalui perakarannya. Diperkirakan untuk setiap hektar ruang terbuka hijau, mampu menyimpan 900 m3 air tanah per tahun, sehingga kekeringan sumur penduduk di musim kemarau dapat diatasi.

2. Fungsi Pengaturan Iklim (Klimatologis)

Taman dapat melindungi dari panas matahari dan tekanan suhu panas serta sebagai peneduh. Taman mampu menyerap panas dari atmosfer yang dekat dengan permukaan tanah disekitar tanaman, sehingga daerah disekitarnya menjadi nyaman. Penghijauan dapat memperkecil amplitudo variasi yang lebih besar dari kondisi udara panas ke kondisi udara sejuk.

3. Fungsi Psikis (Kejiwaan)

Taman kota dapat membawa dan memberikan suasana sejuk dan tentram,serta damai bagi jiwa manusia. Hal ini dapat mengurangi gangguan syaraf dan kejiwaan manusia, sehingga dengan adanya taman tersebut dapat mengalihkan perhatian kita dari suasana tegang serta pengaruh kejiwaan kita menjadi tenang, karena adanya sirkulasi udara dalam kota.

4. Fungsi Kesehatan

Tanaman sebagai jantungnya paru-paru kota merupakan penghasil oksigen (O2) terbesar dan penyerap karbon dioksida (CO2) dan zat pencemar udara lain, khusus di siang hari, merupakan pembersih udara yang sangat efektif melalui mekanisme penyerapan (absorbsi) dan penjerapan (adsorbsi) dalam proses fisiologis, yang terjadi terutama pada daun, dan permukaan tumbuhan (batang, bunga, dan buah). Setiap 1 hektar ruang terbuka hijau , yang ditanami pepohonan, perdu, semak dan penutup tanah, dengan jumlah permukaan daun seluas 5 hektar, maka sekitar 900 Kg CO2 akan dihisap dari udara, dan melepaskan sekitar 600 Kg O2 dalam waktu 12 jam

5. Fungsi Ekologis dan Penyeimbang Alam

Secara ekologis taman kota berfungsi sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Dengan rindangnya taman serta banyak buah dan biji-bijian merupakan habitat yang baik bagi burung-burung untuk tinggal, sehingga dapat mengundang burung-burung, unggas dan serangga untuk berkembang mambantu keseimbangan alam.

Taman kota juga dapat berfungsi sebagai filter berbagai gas pencemar dan debu, pengikat karbon, pengatur iklim mikro. Pepohonan yang rimbun, dan rindang, yang terus-menerus menyerap dan mengolah gas karbondioksida (CO2), sulfur oksida (SO2), ozon (O3), nitrogendioksida (NO2), karbon monoksida (CO), dan timbal (Pb) yang merupakan 80 persen pencemar udara kota, menjadi oksigen segar yang siap dihirup warga setiap saat. Pentingnya tanaman dan hutan sebagai paru-paru kota yang diharapkan dapat membantu menyaring dan menjerap polutan di udara. Setiap jam, satu hektar daun-daun hijau dapat menyerap delapan kilogram CO2 yang setara dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekitar 200 orang dalam waktu yang sama.

Menurut penelitian, 1 hektar ruang terbuka hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar menghasilkan 0,6 ton O2 untuk 1.500 penduduk/hari, menyerap 2,5 ton CO2/tahun (6 kg CO2/batang per tahun, menyimpan 900 m3 air tanah/tahun, mentransfer air 4.000 liter/hari, menurunkan suhu 5°C-8°C, meredam kebisingan 25-80 persen, dan mengurangi kekuatan angin 75-80 persen. Setiap mobil mengeluarkan gas emisi yang dapat diserap oleh 4 pohon dewasa (tinggi 10 m ke atas, diameter batang lebih dari 10 cm, tajuk lebar, berdaun lebat).

6. Mempunyai Fungsi Sosial, Ekonomi, dan Edukatif

Tersedianya lahan yang teduh sejuk dan nyaman, mendorong warga kota dapat memanfaatkan tempat berolah raga dan rekreasi dengan berjalan kaki setiap pagi, olah raga dan bermain, dalam lingkungan kota yang benar-benar asri, sejuk, dan segar sehingga dapat menghilangkan rasa capek. Taman kota yang rindang mampu mengurangi suhu lima sampai delapan derajat Celsius, sehingga terasa sejuk. Kondisi yang ramai ini mengundang banyak asongan untuk menjajankan makanannya, namun tentunya harus diatur dan ditertibkan.

7. Fungsi Pencegah Erosi (Orlogis)

Pepohonan yang rimbun mempunyai akar-akar yang dapat mengikat butir-butir tanah sehingga tidak mudah dibawa air. Daun tanaman dapat menahan atau memperlambat jatuhnya air hujan yang deras, lalu menyerap ke tanah tanpa menimbulkan erosi, karena tanah tertutup oleh tanaman yang dapat mencegah erosi. Bahkan semua jenis rumput, semak-semak, pepohonan mampu menampung air genangan tanpa menimbulkan kelongsoran tanah. Tanpa tanaman, semak-semak, dan pepohonan berakar diatas tanah akan mudah mengakibatkan erosi.

8. Fungsi Estetika

Taman-taman diperkotaan dengan warna yang alami serta tekstur yang bermacam-macam dan perencanaan yang teratur akan menampakkan keindahan. Kelebihan ini menjadikan tanaman sebagai salah satu elemen yang dapat menunjang keindahan lingkungan, sehingga akan memiliki nilai estetika. Taman kota yang indah, dapat juga digunakan warga setempat untuk memperoleh sarana rekreasi dan tempat anak-anak bermain dan belajar. Bahkan taman kota indah dapat mempunyai daya tarik dan nilai jual bagi pengunjung. Jika lingkungan kotanya sehat dengan taman kotanya tertata indah akan menambah daya tarik bagi wisatawan.

Kriteria Perencanaan Taman Kota

Untuk pendekatan perencanaan sebuah taman kota yang sekaligus juga berarti ruang publik, Terdapat tiga dimensi kemanusiaan yang sangat penting harus tercermin dalam ruang publik. Tiga dimensi itu meliputi:

1.    Responsif , ruang publik harus dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dan  kepentingan warganya,
2.    Demokratis, ruang publik yang dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya serta aksesibel bagi para difabel, lansia dan berbagai kondisi fisik manusia.
3.    Bermakna , ruang publik harus memiliki hubungan dengan masyarakat, lingkungannya, serta dunia luas. Dengan demikian ruang publik juga harus memiliki hubungan dengan konteks sosial budaya.

CONTOH RUANG TERBUKA PUBLIK
Hyde Park, London


1 komentar:

ruang terbuka sanggat penting

Posting Komentar