Pemeliharaan bangunan gedung

Posted by ermi hermansyah 03.47, under , | No comments

Secara sederhana , pemeliharaan bangunan dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam , yaitu : pemeliharaan rutin  dan pemeliharaan remedial / perbaikkan


A.Pemeliharaan rutin
Pemeliharaan rutin adalah pemeliharaan yang dilaksanakan dengan interval waktu tertentu untuk mempertahankan gedung pada kondisi yang di inginkan/sesuai .
Pada pemeliharaan rutin sangat penting menentukan siklus pemeliharaan . Siklus pemeliharaan bias di tentukan berdasarkan fisik gedung dan equipment yang cukup dalam bentuk dokumentasi , manual , pemeliharaan , maupun catatan pekerjaan pemeliharaan sebelumnya.
Dalam suatu rencana program pemeliharaan , jika siklus kegiatannya sudah ditentukan , maka jenis pekerjaan dan anggaran sudah dapat dibuat .

Kendala – kendala pada pemeliharaan rutin adalah :

-          Owner
Seringkali para pemilik gedung tidak melaksanakan program yang di buat , bahkan cenderung memperpanjang interval pemeliharaan dengan tujuan mengurangi beban biaya pemeliharaan agar keuntungan yang didapat lebih besar . Padahal dengan tertundanya jadwal pemeliharaan rutin akan mengakibatkan bertumpuknya kualitas kerusakkan yang akhirnya membutuhkan biaya perbaikkan yang jauh lebih besar .

-          Kurangnya data dan pengetahuan
Seringkali pemeliharaan rutin tidak dapat dilakukan akibat kurangnya data manual , sejarah pemeliharaan maupun dokumentasi . Disampig itu juga kekurangan pengetahuan dari personil pengelola gedung baik tingkat manajerial maupun pelaksana mengakibatkan program pemeliharaan kurang maksimal .

B.Pemeliharaan remedial
Pemeliharaan remedial adalah pemeliharaan perbaikan yang dapat di akibatkan oleh :

-          Kegagalan teknis/manajemen
Kegagalan teknis atau manajemen bisa terjadi pada tahap konstruksi maupun tahap pengoperasian bangunan . Pada tahap konstruksi contohnya adalah kecerobohan dalam pemasangan suatu komponen bangunan . Pada tahap pengoperasian bangunan , keslaahan dalam merencanakan jadwal pemeliharaan bisa terjadi dan ini berakibat pada kerusakan alat atau bahan baku banguna

-          Kegagagaln konstruksi dan desain
Dalam hal ini factor desain dan konstruksi berhubungan erat . contoh dari segi desain adalah kesalahan dalam memlih bahan bangunan sehingga usia pemakaian pendek atau tidak bertahan lama . Sedangkan dari segi konstruksi kesalahan dalam finishing dapat menyebabkan usia pemakaiannya pun tidak berlangsung lama

-          Kegagalan dalam pemeliharaan
Faktor lain yang menyebabkan kegiatan pemeliharaan perbaikan selama periode pemakaian bangunan adalah akibat kegagalan pemeliharaan yang disebabkan oleh :

·         Program pemeliharaan rutin yang dibuat tidak memadai
·         Program perbaikan yang tidak efektif
·         Inspeksi – inspeksi yang tidak dilaksanakan dengan baik

·         Data – data pendukung pemeliharaan yang tidak mencukupi


Definisi :
  1. Planned maintenance : Pemeliharaan yang di organisasikan dan dilaksanakan dengan perencanaan , control dan penggunaan laporan laporan untuk suatu rencana yang ditentukan sebelumnya .
  2.  Unplanned maintenance : pemeliharaan yang dilaksanakan untuk rencana yang tidak ditentukan sebelumnya
  3. Preventive maintenance : Pemeliharaan yang dilaksanakan pada interval yang ditentukan sebelumnya atau yang sesuai dengan kriteria yang di tentukan dan ditunjukkan untuk mengurangi kemungkinan kegagalan atau degradasi performansi suatu bangunan
  4.  Corrective maintenance : Pemeliharaan yang dilakukan setelah suatu kegagalan terjadi dan ditujukan untuk memperbaikkin suatu item tersebut dapat melakukan fungsinya yang diperlukan
  5. Energency maintenance : Pemeliharaan yang diperlukan dengan segera untuk menghindari akibat yang serius
  6. Condition based maintenance : Preventive maintenance yang dimulai dari suatu hasil pengetahuan kondisi suatu hal dari pemantauan rutin
  7. Scheduled Maintenance : Preventive maintenance yang dilaksanakan untuk suatu interval waktu yang telah ditentukan sebelumnya .
ok semoga bermanfaat...

0 komentar:

Posting Komentar